Makassar dua tahun silam, hujan deras tak kunjung berhenti namun Desember di kota kenangan kala itu sama sekali tak kelabu bagiku....
"selamat Yu...jadilah dokter yang baik..." ucapnya ketika aku menelponnya malam itu, "makasih dok...mohon bimbingannya..." tukasku..,"pasti...beritahu aku jika kau butuh sesuatu...dan sampaikan salamku buat mama dan adik-adikmu.." katanya kemudian, suara lembutnya begitu berwibawa....ah, perempuan itu...tanpa disadarinya telah mengajarkanku makna 'ikhlas'... perempuan pemilik surat kusam yang ditulis puluhan yang lalu, surat yang kutemukan dilaci meja Papa beberapa tahun silam dan masih kusimpan agar tak dibaca siapapun....
"tak akan pernah kutanyakan alasan mengapa kau meninggalkanku... Ayu....nama yang cantik, sampaikan salamku untuk anakmu, juga istrimu...kudoakan semoga kau selalu bahagia.." beberapa kata dalam surat itu yang masih terekam di otakku yang tak mampu kupahami di usiaku saat itu.....
rupanya, perempuan itu... pernah begitu mencintai papaku, dapat kumengerti tatapannya kali ini padaku, tatapan penuh kerinduan...tatapan dari seorang perempuan yang punya cara mencintai yang masih tak mampu kumengerti....."kau mirip papamu..." katanya di suatu sore yang mendung disaat aku menemuinya di kliniknya...aku terdiam, berharap dia tak membenci laki-laki yang paling kusayangi di jagad raya ini...laki-laki yang meninggalkannya untuk menikahi perempuan lain...perempuan yang kupanggil Mama... Laki-laki yang hingga menghembuskan napas terakhirnya tak pernah menjadi miliknya...kutemukan alasan mengapa perempuan itu baru menikah setelah usiaku 15 tahun....butuh waktu begitu lama baginya untuk membuka hati.... "papaku ingin aku jadi dokter sepertimu..." ucapku pelan ketika pertama kali aku dipertemukan dengannya tujuh tahun silam, dia menatapku, "aku akan membantumu.." ucapnya, lantas tersenyum....
kini aku mengerti, alasan papa ingin aku menginjakkan kaki di kota ini...hmmm.....setiap sudut punya cerita, setiap cerita punya makna......
sementara dibelahan bumi yang lain kekeringan, disini...Ternate, dikota kecil ini...hujan enggan berhenti...rintiknya menutupi dentingan 'Lettre a ma mere' yang menyayat hati...
kucoba menghubunginya setelah sekian lama pergi..."hallo...ayu?" suara perempuan itu lembut menyapa..."apa kabar dok?" tanyaku pelan..."kabar baik...kamu gimana kabarnya'" tanyanya sumringah...baik...mmm...aku butuh bantuanmu..."ucapku pelan.."bantu apa sayang?" tanyanya ramah..."ajarkan aku...untuk bisa hidup sepertimu...." suaraku bergetar...rasanya airmataku begitu ingin tumpah ruah....
Rabb-ku Maha adil, yang kutahu...tak ada karma di dunia ini....hanya saja, kini aku mengerti...bahwa setiap tetes airmata yang pernah dititikkan seorang perempuan, suatu saat akan diminta pertanggungjawabannya...
Papaku, begitu baik disetiap sentuhannya pada kehidupan....hingga jika ada hati yang tanpa disadarinya terluka karenanya...maka, aku...putri sulungnya...siap menanggungnya.
tak perlu mengerti...kau akan letih, cukup...cintai saja aku....maka kau akan mengerti.....
seseorang dibalik kerudung ungu
- DeepInsideAyoe
- aku adalah aku sampai tiba waktuku tak ada seorangpun kan tahu........
Jumat, 23 September 2011
Jumat, 16 September 2011
Jumat demi Jumat kala itu....
Makassar, Jumat 15 Agustus 2008, 20:00 WITA
Hujan deras...kulihat kau tengadahkan tanganmu diatas kepalaku menghalau hujan...seakan rintik hujan serupa paku tajam yang akan melukaiku, "ikutlah bersamaku!" ucapmu pelan, tersenyum kecil namun cukup untuk memikatku...lalu kau ulurkan tanganmu untuk kugenggam...kau menatapku seakan jika kuraih jemarimu maka telah kuserahkan hidupku padamu...
hmm, ini bukan cinta...ini sopan santun.
Makassar, Jumat 16 Oktober 2009, 18:00 WITA
kau membawaku menemui senja yang bersembunyi...seakan kau ingin aku tahu bahwa banyak hal indah di dunia ini yang kadang tak terlihat...sekejap kau menjelma laksana bait-bait puisi, serupa denyut jantung...hatiku bergetar, perlahan... kau lantas mencuri jutaan detik dari waktu yang kupunya hanya agar aku tahu bahwa kau tak suka makanan manis dan mencintai kopi pahit....
ah, mungkin aku salah, ini tak berarti cinta.....
entah dmana ini....Jumat 7 April 2010, 05:30 WIT
subuh....suaramu bergetar... kau ceritakan padaku makna kehilangan...kau tersenyum atas kehilangan yang kau alami...kau bilang ada kehilangan yang tak butuh kata perpisahan ataupun airmata...menyadarkanku, bahwa kematian bukanlah kehilangan terbesar.... "tetaplah bersamaku..." suaramu pelan...
sudahlah...ini belum tentu cinta, tapi rasa iba....
tak tahu dimana....Jumat 21 Agustus 2010 05:00 WIT
airmataku tumpah...saat kau bilang tak ada pilihan bagimu selain pergi...antara kita hanya ada ketidakmungkinan demi ketidakmungkinan....hmmm, rupanya jarak dan waktu mengalahkan kita.... aku menangis sebenar-benarnya...tangisan yang bahkan tak kukira sebelumnya...
entahlah, masih kuberharap ini bukan cinta.
Ternate, Jumat 31 Desember 2010 WIT
"menikahlah denganku...rupanya..mencoba menjauhimu seperti mendzolimi diri sendiri...", katamu pelan....
terdiam, kusangsikan cinta.
aku lupa ini dimana.....Jumat 11 Maret 2011 WIT
kau menemuiku dengan mata sendu, seakan kau sembunyikan banyak hal dariku....entah kehidupan seperti apa yang telah kau jalani...
"pergilah!" mataku seakan berbicara menahan perih.... tak ada lagi airmata, hanya lubang menganga dihatiku...
rupanya, aku mencintaimu.
Hujan deras...kulihat kau tengadahkan tanganmu diatas kepalaku menghalau hujan...seakan rintik hujan serupa paku tajam yang akan melukaiku, "ikutlah bersamaku!" ucapmu pelan, tersenyum kecil namun cukup untuk memikatku...lalu kau ulurkan tanganmu untuk kugenggam...kau menatapku seakan jika kuraih jemarimu maka telah kuserahkan hidupku padamu...
hmm, ini bukan cinta...ini sopan santun.
Makassar, Jumat 16 Oktober 2009, 18:00 WITA
kau membawaku menemui senja yang bersembunyi...seakan kau ingin aku tahu bahwa banyak hal indah di dunia ini yang kadang tak terlihat...sekejap kau menjelma laksana bait-bait puisi, serupa denyut jantung...hatiku bergetar, perlahan... kau lantas mencuri jutaan detik dari waktu yang kupunya hanya agar aku tahu bahwa kau tak suka makanan manis dan mencintai kopi pahit....
ah, mungkin aku salah, ini tak berarti cinta.....
entah dmana ini....Jumat 7 April 2010, 05:30 WIT
subuh....suaramu bergetar... kau ceritakan padaku makna kehilangan...kau tersenyum atas kehilangan yang kau alami...kau bilang ada kehilangan yang tak butuh kata perpisahan ataupun airmata...menyadarkanku, bahwa kematian bukanlah kehilangan terbesar.... "tetaplah bersamaku..." suaramu pelan...
sudahlah...ini belum tentu cinta, tapi rasa iba....
tak tahu dimana....Jumat 21 Agustus 2010 05:00 WIT
airmataku tumpah...saat kau bilang tak ada pilihan bagimu selain pergi...antara kita hanya ada ketidakmungkinan demi ketidakmungkinan....hmmm, rupanya jarak dan waktu mengalahkan kita.... aku menangis sebenar-benarnya...tangisan yang bahkan tak kukira sebelumnya...
entahlah, masih kuberharap ini bukan cinta.
Ternate, Jumat 31 Desember 2010 WIT
"menikahlah denganku...rupanya..mencoba menjauhimu seperti mendzolimi diri sendiri...", katamu pelan....
terdiam, kusangsikan cinta.
aku lupa ini dimana.....Jumat 11 Maret 2011 WIT
kau menemuiku dengan mata sendu, seakan kau sembunyikan banyak hal dariku....entah kehidupan seperti apa yang telah kau jalani...
"pergilah!" mataku seakan berbicara menahan perih.... tak ada lagi airmata, hanya lubang menganga dihatiku...
rupanya, aku mencintaimu.
kita di kota kenangan.......
Makassar..setiap sudut punya cerita, setiap cerita punya makna...aku rindu setiap detilnya, bahkan pada polusi maupun pemulung, aku rindu setiap incinya, pada air yg tergenang kala hujan, pd teriknya matahari, pada debu jalanan, pada kemegahan maupun keramaian kota yg tak pernah mati..aku rindu lembayung fajar, senja berwarna jingga, maupun bulan cantik dimalam yg tak pernah tidur... Aku rindu senyumanmu, tawanya, canda mereka juga tangisanku.. Entahlah...Apapun itu,
Aku rindu kita di kota kenangan...
(October 22, 2010 at 8:30pm)
Aku rindu kita di kota kenangan...
(October 22, 2010 at 8:30pm)
Kamis, 15 September 2011
Malamku......
malamku bukan lagi
malam yg berawal dari senyum
sebelum terpejam...
malamku bukanlah ruang yang
bebas kau datangi untuk ucapkan
rindu..
malamku penat, penuh peluh dari
upayaku berlari dikejar
kenangan...
malamku bukan lagi malam kita.
malam yg berawal dari senyum
sebelum terpejam...
malamku bukanlah ruang yang
bebas kau datangi untuk ucapkan
rindu..
malamku penat, penuh peluh dari
upayaku berlari dikejar
kenangan...
malamku bukan lagi malam kita.
Kamis, 08 September 2011
Cinta dari balik jendela kaca......
Malam dibirunya Agustus...bulan sabit menyembul malu-malu dari balik awan hitam, tampak buram kala terlihat dibalik jendela kaca....dentingan 'A comme amour' menambah miris suasana cafe temaram itu... di bangku kayu bercat putih dengan meja berhiaskan Viola Grypoceras laki-laki itu tak juga beranjak, ditatap lekat-lekat perempuan di depannya...perempuan yang telah lama kehilangan senyumnya, perempuan bertubuh ringkih dengan mata sembab yang menerawang jauh, pikirannya berkelana entah kemana... ah, betapa dia merindukan perempuan itu...perempuan yang membuatnya tak pernah membuka hati untuk siapapun, perempuan yang mendatangi malam-malamnya diluar kendalinya...perempuan yang terus saja dicintainya...
"makanlah biar sedikit..." disodorkannya sepiring Chicken steak kearah perempuan itu yang langsung disambut dengan gelengan kepala..."kau memanggilku kesini hanya untuk menyuruhku makan?" tanya perempuan itu sarkastis..."apa lagi yang harus kulakukan untukmu?" ujar laki-laki itu mulai putus asa..." mudah....lepaskan saja aku..", ucap perempuan itu pelan namun cukup munghujam jantung..."tak akan pernah!" kata laki-laki itu ketus, diiringi desahan panjang...lalu memalingkan wajahnya menatap gerimis dari balik jendela kaca..."perlukah aku memohon padamu untuk tetap disini?" tercekak suaranya, namun perempuan itu seakan tak perduli, tetap terdiam..."sampai kapan kau akan hidup seperti ini? berhentilah menunggunya...hiduplah bersamaku.." lirih penuh harap, suara laki-laki itu tertutupi gelegar gemuruh..."bagaimana jika aku tak bisa?" ucap perempuan itu pelan, suaranya bergetar, mata sembabnya berkaca-kaca menatap tajam menembus hingga ke relung hati, laki-laki itu susah payah tersenyum, menahan perih..."masih ada hari esok, suatu saat kau akan mencintaiku" ... hening, malam seakan membisu... "yeah, kau benar...masih ada hari esok, suatu saat dia akan datang" ucap perempuan itu kemudian, matanya kembali menerawang jauh pada selaksa senyum dari laki-laki berkulit legam yang dirindukannya...
hujan semakin deras, memerangkapkan dua insan dalam pikirannya masing-masing sementara perih terus menelusup jiwa... ah, waktu merubah segalanya, tapi tidak untuk rasa.
tak jauh, disudut sana...tak ada yang menyadari...sepasang mata sayu milik perempuan berkerudung ungu menatap dari balik jendela kaca berembun... pandangannya nanar kearah laki-laki bermata penuh duka itu...laki-laki yang telah lama dicintainya...laki-laki yang tak pernah benar-benar melihatnya.... "sudahlah...masih ada hari esok, suatu saat dia akan mencintaiku" gumam perempuan itu menghibur diri, dihapusnya air keperakan diwajahnya sementara dentingan 'A comme amour' semakin menyayat hati...dibiarkan tubuhnya basah, berharap dinginnya hujan di malamnya Agustus sanggup menghapus luka, memudarkan pahitnya kenyataan yang baru saja dilihatnya....
beratus-ratus mil jauhnya... laki-laki berlengan kokoh berkulit legam itu menatap rintik hujan dari balik jendela kaca...ingatan membawanya pada seraut wajah ayu bermata sembab dengan senyuman indah... kekasihnya yang entah dimana..."masihkah kau menungguku?" desahnya pilu pada bayangan... serentak ingatannya pudar saat aroma opor ayam yang dimasak istrinya memenuhi seisi rumah..."tak ada hari esok untuk kita, kuharap kau melupakanku" bisiknya dalam hati, berharap angin membawa bisikannya ke telinga perempuan yang pernah begitu dicintainya.... dia tersentak, kala istrinya mendekapnya hangat...penuh cinta.
hujan deras dari balik jendela kaca seakan menumpahkan kepedihan.... cinta, telah menjadi begitu menyiksa.
(Wednesday, September 7, 2011 at 4:45pm)
"makanlah biar sedikit..." disodorkannya sepiring Chicken steak kearah perempuan itu yang langsung disambut dengan gelengan kepala..."kau memanggilku kesini hanya untuk menyuruhku makan?" tanya perempuan itu sarkastis..."apa lagi yang harus kulakukan untukmu?" ujar laki-laki itu mulai putus asa..." mudah....lepaskan saja aku..", ucap perempuan itu pelan namun cukup munghujam jantung..."tak akan pernah!" kata laki-laki itu ketus, diiringi desahan panjang...lalu memalingkan wajahnya menatap gerimis dari balik jendela kaca..."perlukah aku memohon padamu untuk tetap disini?" tercekak suaranya, namun perempuan itu seakan tak perduli, tetap terdiam..."sampai kapan kau akan hidup seperti ini? berhentilah menunggunya...hiduplah bersamaku.." lirih penuh harap, suara laki-laki itu tertutupi gelegar gemuruh..."bagaimana jika aku tak bisa?" ucap perempuan itu pelan, suaranya bergetar, mata sembabnya berkaca-kaca menatap tajam menembus hingga ke relung hati, laki-laki itu susah payah tersenyum, menahan perih..."masih ada hari esok, suatu saat kau akan mencintaiku" ... hening, malam seakan membisu... "yeah, kau benar...masih ada hari esok, suatu saat dia akan datang" ucap perempuan itu kemudian, matanya kembali menerawang jauh pada selaksa senyum dari laki-laki berkulit legam yang dirindukannya...
hujan semakin deras, memerangkapkan dua insan dalam pikirannya masing-masing sementara perih terus menelusup jiwa... ah, waktu merubah segalanya, tapi tidak untuk rasa.
tak jauh, disudut sana...tak ada yang menyadari...sepasang mata sayu milik perempuan berkerudung ungu menatap dari balik jendela kaca berembun... pandangannya nanar kearah laki-laki bermata penuh duka itu...laki-laki yang telah lama dicintainya...laki-laki yang tak pernah benar-benar melihatnya.... "sudahlah...masih ada hari esok, suatu saat dia akan mencintaiku" gumam perempuan itu menghibur diri, dihapusnya air keperakan diwajahnya sementara dentingan 'A comme amour' semakin menyayat hati...dibiarkan tubuhnya basah, berharap dinginnya hujan di malamnya Agustus sanggup menghapus luka, memudarkan pahitnya kenyataan yang baru saja dilihatnya....
beratus-ratus mil jauhnya... laki-laki berlengan kokoh berkulit legam itu menatap rintik hujan dari balik jendela kaca...ingatan membawanya pada seraut wajah ayu bermata sembab dengan senyuman indah... kekasihnya yang entah dimana..."masihkah kau menungguku?" desahnya pilu pada bayangan... serentak ingatannya pudar saat aroma opor ayam yang dimasak istrinya memenuhi seisi rumah..."tak ada hari esok untuk kita, kuharap kau melupakanku" bisiknya dalam hati, berharap angin membawa bisikannya ke telinga perempuan yang pernah begitu dicintainya.... dia tersentak, kala istrinya mendekapnya hangat...penuh cinta.
hujan deras dari balik jendela kaca seakan menumpahkan kepedihan.... cinta, telah menjadi begitu menyiksa.
(Wednesday, September 7, 2011 at 4:45pm)
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
bahkan keajaiban pun butuh waktu, hanya saja aku terlalu letih tuk menunggu, dan disini aku tak menunggu apapun, bahkan tidak pula pagi. dis...
-
Pada suatu ketika, awan hitam memanggil angin utara lalu mengirim rintik hujan untuk membasahi tanah yang telah berabad-abad retak karena me...
-
siapa yang paling mencintai? untuk kesekiannya aku bertanya..entah pada siapa, langit-langit di kamarku mungkin sudah bosan mendengarnya......
-
dentingan 'waltz butterfly score' kudengar untuk kesekian kalinya diruangan sempit ini..kali ini tak ada airmata, tak sedang berduka...
-
malam semakin larut, “waltz in sorrow” terngiang jelas dari earphone mengiringi langkah tak jelas kita dan aku masih saja mengamati pungg...
-
tunggulah aku disana, hujan sebentar lagi reda...ponselku mati kau tak bisa kuhubungi tapi kumohon tetaplah menungguku disana.. di ujung jal...
-
dear man from the past, ini jumat diawal juli, gerimis kecil menyambutnya tadi..aku tahu kau pasti suka, hmm...kuawali dengan bermunajat d...
-
Malam dibirunya Agustus...bulan sabit menyembul malu-malu dari balik awan hitam, tampak buram kala terlihat dibalik jendela kaca....dentin...
-
tadi malam kulihat dia dalam mimpiku...wanita dibalik telunjukmu.... yang menyambutku ramah di tempat dimana senja terlihat begitu indah.......
-
dear Mr. Right.... aku heran kenapa kau ingin menikahiku.. kau bertanya padaku, "siapakah dirimu? ceritakanlah segala tentangmu?...