Agustus yang lirih... Senja bersembunyi dibalik dahan Pauwlania yang mengering....saat angin utara mulai menerbangkan cinta yang pergi layaknya serbuk Dandelion...melayang jauh....jauh....meninggalkanku.... Lalu, kulihat dia disana, dibangku kayu bercat putih...perempuan berkerudung ungu bersama setumpuk kertas kusam, hmm..sepertinya kusam karna kenangan...
langit mendung, perempuan itu tak beranjak, dia terus menggerakkan pena bertinta biru malam itu diatas kertas demi kertas...ditulisnya satu nama... hanya satu nama... dia tersentak, lalu jari-jemarinya terhenti saat kuhampiri dia, "apa yang kau lakukan?" dia tersenyum, miris, pucat meski tak menutupi kecantikannya, "menyiapkan hadiah untuk kekasihku.." ucapnya pelan... "hadiah untuk apa? hari mulai gelap...sebaiknya kau pulang" kataku... dia melanjutkan menulis...entah sudah berapa lembar, kulirik lembaran itu, satu nama...satu nama yang sama.... "hadiah untuk pernikahannya.." ucapnya pelan, sedikit mendesah... tangan kirinya bergetar...dia menangkap raut tak mengerti di wajahku...."kekasihku akan menikah, aku ingin memberikan surat ini sebagai hadiah... semua kerinduan kutumpahkan di kertas ini, setelah itu aku akan berhenti menulis...agar dia tak perlu merasa bersalah...karena sesakit apapun rasa yang ditinggalkannya, aku masih sanggup menulis surat terakhir untuknya...agar setelah itu aku dapat hidup dengan lebih baik..." dia tersenyum lagi, rintik hujan mulai turun, dibiarkannya tubuhnya basah hanya agar hujan menutupi airmatanya, dan tangannya tak juga berhenti menulis, berpuluh lembar, ribuan kata, hanya untuk satu nama....satu nama yang kini bukan miliknya... kertas itu basah, tulisannya pun luntur...lalu kerinduannya mengalir bersama rintik hujan.......surat terakhir untuk kekasihnya tak pernah sampai....
cinta... ironis, miris, tragis.........
tak perlu mengerti...kau akan letih, cukup...cintai saja aku....maka kau akan mengerti.....
seseorang dibalik kerudung ungu
- DeepInsideAyoe
- aku adalah aku sampai tiba waktuku tak ada seorangpun kan tahu........
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
bahkan keajaiban pun butuh waktu, hanya saja aku terlalu letih tuk menunggu, dan disini aku tak menunggu apapun, bahkan tidak pula pagi. dis...
-
Pada suatu ketika, awan hitam memanggil angin utara lalu mengirim rintik hujan untuk membasahi tanah yang telah berabad-abad retak karena me...
-
siapa yang paling mencintai? untuk kesekiannya aku bertanya..entah pada siapa, langit-langit di kamarku mungkin sudah bosan mendengarnya......
-
dentingan 'waltz butterfly score' kudengar untuk kesekian kalinya diruangan sempit ini..kali ini tak ada airmata, tak sedang berduka...
-
malam semakin larut, “waltz in sorrow” terngiang jelas dari earphone mengiringi langkah tak jelas kita dan aku masih saja mengamati pungg...
-
tunggulah aku disana, hujan sebentar lagi reda...ponselku mati kau tak bisa kuhubungi tapi kumohon tetaplah menungguku disana.. di ujung jal...
-
Malam dibirunya Agustus...bulan sabit menyembul malu-malu dari balik awan hitam, tampak buram kala terlihat dibalik jendela kaca....dentin...
-
dear man from the past, ini jumat diawal juli, gerimis kecil menyambutnya tadi..aku tahu kau pasti suka, hmm...kuawali dengan bermunajat d...
-
tadi malam kulihat dia dalam mimpiku...wanita dibalik telunjukmu.... yang menyambutku ramah di tempat dimana senja terlihat begitu indah.......
-
dear Mr. Right.... aku heran kenapa kau ingin menikahiku.. kau bertanya padaku, "siapakah dirimu? ceritakanlah segala tentangmu?...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar