dear my Muse....
udara diawal oktober ini rasanya kan kuanggap biasa saja sama seperti hari-hari yang lalu jika saja kau tak mengirim pesan singkat yang membuatku tak dapat menahan senyumku...ini serentak merubah pagiku...hmm... kau tak pernah berubah, masih saja laki-laki aneh yg butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari kesalahanmu, yang menahanku pergi saat aku begitu membencimu, yang mengaku mencintai wanita lain dan membutuhkanku disaat yg bersamaan... kupikir kau sudah gila! kau berdiri dihadapanku saat aku begitu ingin melemparmu dengan batu, kau membangunkanku tengah malam hanya untuk bilang maaf,kau memohonku kembali saat aku mulai terikat dengan yg lain...kupikir ruang dan waktu antara kita tak pernah tepat... saat itu, aku telah lama menangis sebelum aku memutuskan meninggalkanmu, kau tak pernah tahu betapa sulitnya kulakukan ini...
Muse yang aneh,
kau adalah perenungan...kuakui saat bersamamu,aku tak punya kehidupan lain, anehnya aku tak keberatan, kita melewati banyak hal bersama, hatiku kaca bagimu, kau ada dalam doaku, sayangnya kau tak pernah mengerti....dulu, kurasa seribu tahun kedepanpun aku akan tetap mencintaimu, betapa naifnya aku... kini kusadari aku bisa saja salah....
dear my Muse....
sudahkah aku bilang padamu cinta seperti perubahan angin? kurasa kita sama-sama mengerti, kita bukanlah sepasang kekasih, kau tak pernah benar - benar mencintaiku...lupakanlah kita dan rasa bersalahmu, bukankah ini mudah semudah kau selalu mengantikan aku? dan jika kemudian kita mencintai yang lain, meskipun semua tak akan sama, aku yakin kita pasti bahagia... dan apabila kemudian aku tersakiti oleh cinta yang lain, kupastikan aku punya antibodi yang bisa diandalkan....
percayalah,airmata yang pernah ada mungkin tak sebanding dengan senyum dan tawa yang pernah kau berikan, aku tak menyesalinya.... dan jika ada malaikat aneh tak bersayap dengan tawa menyebalkan yang kurindukan, kaulah orangnya....
kau ingat dulu aku pernah bilang, suatu saat akan ada tempat yang mengikatku, menyesatkanku, mengambil kenangan pahitku, dan kurasa disini aku mulai menemukannya... bukankah kau tahu aku terlalu tegar untuk mati kesepian? maka percayalah, dimanapun... aku akan selalu baik-baik saja....setidaknya kau bisa ingat jika kau mau, ada satu perempuan aneh di belahan bumi ini yang pernah begitu mencintaimu, yang tak mampu tertidur saat kau mengerang kesakitan, yang memilih melemparmu dengan batu daripada mengaku mencintaimu, yang selalu mengucapkan selamat tinggal setiap kali bertemu denganmu...hmmm...apapun itu kudoakan kau selalu bahagia...
(Sunday, October 3, 2010 at 12:35pm)
udara diawal oktober ini rasanya kan kuanggap biasa saja sama seperti hari-hari yang lalu jika saja kau tak mengirim pesan singkat yang membuatku tak dapat menahan senyumku...ini serentak merubah pagiku...hmm... kau tak pernah berubah, masih saja laki-laki aneh yg butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari kesalahanmu, yang menahanku pergi saat aku begitu membencimu, yang mengaku mencintai wanita lain dan membutuhkanku disaat yg bersamaan... kupikir kau sudah gila! kau berdiri dihadapanku saat aku begitu ingin melemparmu dengan batu, kau membangunkanku tengah malam hanya untuk bilang maaf,kau memohonku kembali saat aku mulai terikat dengan yg lain...kupikir ruang dan waktu antara kita tak pernah tepat... saat itu, aku telah lama menangis sebelum aku memutuskan meninggalkanmu, kau tak pernah tahu betapa sulitnya kulakukan ini...
Muse yang aneh,
kau adalah perenungan...kuakui saat bersamamu,aku tak punya kehidupan lain, anehnya aku tak keberatan, kita melewati banyak hal bersama, hatiku kaca bagimu, kau ada dalam doaku, sayangnya kau tak pernah mengerti....dulu, kurasa seribu tahun kedepanpun aku akan tetap mencintaimu, betapa naifnya aku... kini kusadari aku bisa saja salah....
dear my Muse....
sudahkah aku bilang padamu cinta seperti perubahan angin? kurasa kita sama-sama mengerti, kita bukanlah sepasang kekasih, kau tak pernah benar - benar mencintaiku...lupakanlah kita dan rasa bersalahmu, bukankah ini mudah semudah kau selalu mengantikan aku? dan jika kemudian kita mencintai yang lain, meskipun semua tak akan sama, aku yakin kita pasti bahagia... dan apabila kemudian aku tersakiti oleh cinta yang lain, kupastikan aku punya antibodi yang bisa diandalkan....
percayalah,airmata yang pernah ada mungkin tak sebanding dengan senyum dan tawa yang pernah kau berikan, aku tak menyesalinya.... dan jika ada malaikat aneh tak bersayap dengan tawa menyebalkan yang kurindukan, kaulah orangnya....
kau ingat dulu aku pernah bilang, suatu saat akan ada tempat yang mengikatku, menyesatkanku, mengambil kenangan pahitku, dan kurasa disini aku mulai menemukannya... bukankah kau tahu aku terlalu tegar untuk mati kesepian? maka percayalah, dimanapun... aku akan selalu baik-baik saja....setidaknya kau bisa ingat jika kau mau, ada satu perempuan aneh di belahan bumi ini yang pernah begitu mencintaimu, yang tak mampu tertidur saat kau mengerang kesakitan, yang memilih melemparmu dengan batu daripada mengaku mencintaimu, yang selalu mengucapkan selamat tinggal setiap kali bertemu denganmu...hmmm...apapun itu kudoakan kau selalu bahagia...
(Sunday, October 3, 2010 at 12:35pm)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar