seseorang dibalik kerudung ungu

Foto saya
aku adalah aku sampai tiba waktuku tak ada seorangpun kan tahu........

Rabu, 27 Juli 2011

letter to Mr. Right....(IV)

Dear Mr. Right...
kau selalu saja bertanya tentangku....lantas siapakah dirimu? ceritakanlah sedikit tentangmu agar aku mengenalmu... jangan biarkan kujalalani hidup dengan mengira-ngira...apa mungkin kaulah sang pengembara, penyulam kenangan, puisi terindah, resonansi paling kuat, imajinasi liar, pengetahuan tanpa batas, malaikat tak bersayap....hmmm...entah sebutan apalagi untukmu....
ini surat kesekian kalinya, kata-kata yang terus saja membahasakan kerinduan dari seorang perempuan yang terlampau kesepian namun betah  hidup sendiri... ini sajak yang tak pernah sampai padamu...aku tak tahu harus bagaimana lagi...mungkin kita memang tak pernah bisa bersama, rasanya seluruh puisi tak sanggup lagi ungkapkan cinta...satu-satunya yang dapat kulakukan hanyalah menulis surat ini untukmu, yeah... mungkin tidak setiap hari...tapi kupastikan sepanjang hidupku kan selalu ada surat cinta untukmu....

Mr. Right...
aku selalu membayangkan pertemuan yang indah dan romantis antara kita, seperti pertemuan antara Usagi Tsukino si sailormoon dengan Tuxedo bertopeng...ugh! waktu merenggut semua harapan...terpikir untuk menyerah ketika terlampau putus asa...mengingat ruang dan waktu antara kita tak pernah tepat...akankah kita dipertemukan setelah dipisahkan beratus tahun lamanya seperti Adam dan Hawa? ataukah kita tak akan pernah bertemu hingga salah satu diantara kita ada yang mati lalu yang lainnya menjadi gila seperti kisah Laila Majnun? bagaimana jika di Lauhul Mahfuz ternyata kita bukan sepasang kekasih? ada yang bilang, doa sanggup merubah takdir...katakan saja iya meskipun tidak...karna setiap kata adalah doa untukmu...ah, sudahlah...sangat jelas takdir tak dapat dibendung...

Dear Mr. Right....
telah kujalani kehilangan demi kehilangan, melewati suka dan benci hingga mati rasa dari mereka yang sering datang menawarkan cinta lalu raib begitu saja...cinta menguap seperti air laut yang menjadi awan kemudian turun sebagai hujan... mereka menjadikan cinta semacam petualangan...lalu memaksaku memahami arti kehilangan...  hmm...perihnya cinta seringkali mematikan hati, tapi mimpi tentangmu menumbuhkan harapan... disaat aku terpuruk dan jatuh dalam kekecewaan hingga kulukai diriku sendiri karena cinta yang berlebihan...lalu hidup dari kenangan diatas kenangan...

Mr. Right...
kupikir waktu mengalahkanku, tapi bukankah cinta seperti perubahan angin? maka jadilah saja engkau senja dan aku bayangan jingga... peluklah aku jauh dijantung malam, lalu padamkan bintang-bintang...gelap kadang lebih tenang daripada terang... kita akan bersama, sebelum fajar gemetar menyambut pagi yang memar...sungguh aku terlalu letih menunggumu...kenyataan esok pagi, mungkin saja pahit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer